Isu rasisme kembali mencoreng panggung Liga Champions musim 2025-2026. Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengecam keras dugaan pelecehan rasial yang menimpa Vinicius Junior dalam laga leg pertama antara Real Madrid kontra Benfica.
Insiden tersebut terjadi setelah Vinicius mencetak gol untuk Real Madrid. Pemain asal Brasil itu kemudian mengaku mendapat penghinaan bermuatan rasis dari salah satu pemain Benfica. Situasi memanas hingga wasit menghentikan pertandingan dan mengaktifkan protokol antirasisme UEFA.
Kasus ini langsung menjadi sorotan dunia sepak bola, terutama karena terjadi di ajang elite seperti Liga Champions yang seharusnya menjunjung tinggi nilai sportivitas dan inklusivitas.
Baca juga:Infantino: Tidak Ada Tempat untuk Rasisme
Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengaku terkejut dan sedih atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi rasisme, baik di sepak bola maupun di masyarakat secara umum.
Infantino juga memuji keputusan wasit yang sigap mengaktifkan protokol antirasisme. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen nyata dalam melindungi pemain, ofisial, dan suporter dari tindakan diskriminatif.
“Semua pihak harus bertindak dan pelaku harus dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.
Sementara itu, UEFA kini tengah melakukan investigasi mendalam untuk menentukan langkah disipliner lanjutan. Jika terbukti, sanksi tegas berpotensi dijatuhkan.
Baca juga:Arsenal Evaluasi Calafiori, Fokus Derby London
Di Inggris, Arsenal mulai mengevaluasi masa depan bek Ricardo Calafiori. Sejak didatangkan dari Bologna pada 2024, pemain tersebut kerap dibekap cedera.
Dalam dua musim terakhir, Calafiori hanya mencatat 36 kali starter dan absen 22 dari total 64 pertandingan liga. Kondisi ini membuat manajemen mempertimbangkan opsi menjualnya pada bursa transfer musim panas mendatang.
Di sisi lain, pelatih Mikel Arteta meminta timnya segera bangkit usai hasil imbang 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers. Arsenal kini bersiap menghadapi laga krusial derby London Utara kontra Tottenham Hotspur.
Arteta menegaskan timnya tidak boleh larut dalam kekecewaan jika ingin tetap bersaing di papan atas Premier League dan kompetisi Eropa.
Baca juga:Manchester United Bajak Wonderkid Incaran Liverpool
Persaingan transfer juga memanas. Manchester United dilaporkan berupaya membajak talenta muda incaran Liverpool, Matthus Mane, dari Wolverhampton.
Pemain 18 tahun itu tampil impresif berkat kemampuan dribel dan fleksibilitas posisi. United bahkan dikabarkan siap mengajukan tawaran mendekati 50 juta pound.
Langkah agresif ini menunjukkan keseriusan Setan Merah membangun ulang skuad, terutama di tengah fase transisi pelatih dan ambisi kembali ke Liga Champions.
Baca Juga:Liverpool Dihantam Cedera dan Kritik
Kabar kurang sedap datang dari Liverpool. Gelandang Wataru Endo mengalami cedera kaki serius saat menghadapi Sunderland dan berpotensi absen hingga akhir musim.
Situasi ini memperpanjang daftar cedera The Reds yang sebelumnya juga dihantam inkonsistensi performa. Pelatih Arne Slot bahkan mendapat kritik tajam dari legenda Inggris, Wayne Rooney.
Rooney menilai Slot belum menunjukkan aura kepemimpinan kuat untuk menangani klub sebesar Liverpool, terlebih setelah era sukses di bawah Jurgen Klopp.
Selain itu, masa depan Mohamed Salah juga masih abu-abu. Liverpool mulai menyiapkan kandidat pengganti jika sang winger hengkang ke Arab Saudi pada musim panas nanti.
Baca juga:Barcelona Siapkan Pedri, Milan Pertahankan Modric
Dari Spanyol, FC Barcelona menyusun program pemulihan bertahap untuk Pedri yang sempat absen hampir satu bulan akibat cedera hamstring. Targetnya, sang gelandang siap tampil penuh pada laga penting termasuk semifinal Copa del Rey.
Sementara di Italia, AC Milan tengah mengupayakan perpanjangan kontrak Luka Modric yang akan habis Juni 2026. Meski telah berusia 40 tahun, Modric masih menjadi pilar penting Rossoneri.
Milan bahkan siap mengaktifkan opsi perpanjangan satu tahun dengan kenaikan gaji, asalkan target lolos Liga Champions tercapai.
Dari kasus rasisme di Liga Champions hingga panasnya bursa transfer dan badai cedera, dinamika sepak bola Eropa musim ini terus menghadirkan drama. Publik kini menanti hasil investigasi UEFA atas dugaan rasisme terhadap Vinicius Junior, sekaligus menunggu kejutan transfer yang bisa mengubah peta persaingan musim depan.
Editor : Ayu Dhea Cheryl